Jumat, 30 November 2012

KABUPATEN ACEH TAMIANG

Motto : Kaseh pape setie mati
Peta lokasi Kabupaten Aceh Tamiang
Koordinat: 03°53-04°32' LU dan 97°4
98°18' BT
Provinsi Aceh
Dasar hukum UURI Nomor 4 T
Tanggal 10 April 2002
Ibu kota Karang Baru
Pemerintahan
- Bupati Abdul Latief
- DAU Rp. 306.322.187
Luas 1.939 km²
Populasi
- Total 34.146 [2]
- Kepadatan 18
Demografi
- Kode area
telepon
0641
Pembagian administratif
- Kecamatan 12
- Kelurahan 128
- Situs web http://www.acehtamiang.com
Kabupaten Aceh Tamiang adalah salah
satu kabupaten di Provinsi Aceh,
Indonesia.
Kabupaten yang merupakan hasil
pemekaran dari Kabupaten Aceh Timur
ini terletak di perbatasan Aceh-
Sumatera Utara. Istilah "Tamiang"
berasal dari kata Da Miang. Sejarah
menunjukkan tentang eksistensi
wilayah Tamiang seperti prasasti
Sriwijaya , kemudian ada riwayat dari
Tiongkok karya Wee Pei Shih yang
mencatat keberadaan negeri Kan Pei Chiang (Tamiang), atau
Tumihang dalam Kitab Nagar kretagama. Daerah
ini juga dikenal dengan nama Bumi
Muda Sedia , sesuai dengan nama Raja
Muda Sedia yang memerintah wilayah
ini selama 6 tahun (1330-1336). Raja
ini mendapatkan Cap Sikureung dan
hak Tumpang Gantung dari Sultan Aceh
atas wilayah Karang dan Kejuruan
Muda pada masa itu.
Kabupaten ini berada di jalur timur
Sumatera yang strategis dan hanya
berjarak lebih kurang 250 km dari Kota
Medan sehingga akses serta harga
barang di kawasan ini relatif lebih
murah daripada daerah Aceh lainnya.
Di samping itu, kawasan ini relatif lebih
aman semasa GAM berjaya dahulu.
Ketika seruan mogok oleh GAM
diberlakukan di seluruh Aceh, hanya
kawasan ini khususnya Kota Kuala
Simpang yang aktivitas ekonominya
tetap berjalan.
Potensi
Kabupaten Aceh Tamiang merupakan
kawasan kaya minyak dan gas, meski
jumlahnya tidak sebesar Kabupaten
Aceh Utara, dan kawasan ini juga
merupakan salah satu pusat
perkebunan kelapa sawit di Aceh. Di
samping itu, Aceh Tamiang juga
mengandalkan sektor angkutan karena
posisinya yang strategis, dan angkutan
air merupakan salah satu primadona
alternatif karena kabupaten ini dialiri
dua sungai besar yakni Sungai
Tamiang (yang terpecah menjadi
Simpang Kiri dan Simpang Kanan) dan
Sungai Kaloy. Kabupaten Aceh Tamiang
juga mengandalkan sektor pertanian,
industri pengolahan dan perdagangan.
Kabupaten Aceh Tamiang memiliki
beberapa tempat wisata yang hingga
saat ini perlu penataan yang serius dan
dikelola dengan baik. Air Terjun Tujuh
Tingkat, Bendungan, Gua Walet, Pantai
Seruway adalah beberapa contoh
tempat wisata di Aceh Tamiang yang
perlu mendapatkan perhatian untuk
dapat dikelola menjadi sumber
Pendapatan Asli Daerah.
Demografi
Kabupaten Aceh Tamiang merupakan
pecahan dari Kabupaten Aceh Timur
dan merupakan satu-satunya kawasan
di Aceh yang banyak bermukim etnis
Melayu (60%). Walaupun dalam jumlah
populasi suku Jawa (20%) lebih banyak
dibandingkan dengan etnis Melayu,
namun dalam pemerintahan orang
Melayu lebih dominan. Selain kedua
etnis tersebut, suku Aceh (15%) juga
banyak dijumpai di kabupaten ini. [3]
Pemerintahan
Bupati
Penjabat Bupati Ishak Djuned
menggantikan Abdul Latief yang
dilantik Gubernur Aceh Abdullah Puteh ,
tanggal 28 Agustus 2004. Bupati yang
sekarang adalah Abdul Latief bersama
wakilnya Awaluddin sebagai hasil
Pilkada untuk masa bakti 2007-2012.
Kecamatan
Banda
Mulia
Bandar
Pusaka
Bendahara
Karang
Baru
Kejuruan
Muda
Kota
Kuala
Simpang
Manyak
Payed
Rantau
Sekrak

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar